Rabu, 30 April 2008

Naskah Oke!

Senangnya Menolong Adik

Oleh Dian A Dewi


Sali dan Saliha bermain kejar-kejaran di halaman rumah.

Tiba-tiba Sali jatuh tersandung batu. Bruk!

(Gambar: Sali dan Saliha berlari-lari di halaman rumah)

Hal 4-5.



Saliha berlari menghampiri adiknya.

“Sakit, ya?” tanya Saliha.

“Iya, Kak,” jawab Sali sambil menahan sakit. Lututnya terluka.

(Gambar: Saliha menghampiri Sali yang terjatuh)

Hal 6-7



Saliha membantu Sali berjalan ke teras.

“Kamu tunggu dulu ya. Aku ambilkan obat,” pesan Saliha sambil berlari ke dalam rumah.

(Gambar: Saliha membimbing Sali ke teras)

Hal 8-9



Saliha kemudian kembali sambil membawa kotak obat.

Saliha membersihkan luka Sali dan mengoleskan obat merah.

Saliha kemudian menempelkan plester untuk menutup luka Sali.

(Gambar: Saliha merawat luka Sali di teras)

Hal 10-11.



“Terima kasih ya, Kak,” kata Sali.

"Cepat sembuh ya Sali," doa Saliha.

Sali tersenyum. Dia bahagia mempunyai kakak sebaik Saliha.

(Gambar: Sali duduk dengan Saliha di teras. Luka di lutut Sali sudah ditutup pembalut.).

Hal 12-13.





Ya, Saliha adalah kakak yang baik.

Saliha senang menolong Sali.

Hal 14-15



Saliha menolong Sali mengambilkan buku dari rak.

Saliha tahu Sali belum bisa mengambil buku dari rak yang tinggi.

(Saliha mengambilkan buku dari rak yang tinggi. Sali memerhatikan kakaknya)

Hal 16-17


Saliha senang membantu Sali menuangkan air minum.

Sali belum kuat menuangkan air minum dari botol yang berat.

(Gambar: Saliha menuangkan air dari botol ke gelas Sali. Sali memperhatikan kakaknya)

Hal 18-19



Saliha juga mengajarkan Sali memasang tali sepatu.

Sali belum bisa mengikat tali sepatu sendiri.

(Gambar: Saliha membantu Sali mengikat tali sepatu).

Hal 20-21.




Sali sangat menyayangi kakaknya, karena Saliha selalu senang menolongnya.

(Gambar: kakak adik berpelukan).


Hal 22-23.


Sinopsis:

* Buku ini menceritakan tentang Saliha yang gemar membantu adiknya yang masih kecil.
* Karena gemar menolong, Saliha disayangi adiknya.




Senangnya Membantu Ibu


Oleh Dian A Dewi


Sali dan Saliha bermain di halaman rumah. Tiba-tiba,
terdengar suara bajaj mendekat.

"Ibu pulang, ibu pulang !" sorak Sali dan Saliha senang.

Mereka pun bergegas berlari ke luar halaman.

(Gambar: halaman rumah Sali dan Saliha. Terlihat ada bajaj datang)

Hal 4-5.


Ibu menurunkan belajaannya.

"Wah, belanjaan ibu banyak sekali!"ujar Saliha.

"Yuk kita bantu ibu," ajak Sali.

(Gambar: ibu terlihat menurunkan beberapa kantong plastik dan tas. Ibu
terlihat kerepotan.)

Hal 6-7


"Ibu, Saliha bawakan tas sayurannya, ya?" kata Saliha menawarkan
bantuannya.

"Terima kasih, Saliha, Kamu memang anak yang baik " kata ibu sambil
menyerahkan tas sayuran ke Saliha.

(Gambar: ibu menyerahkan satu tas ke Saliha.)

Hal 8-9


"Ibu, boleh Sali bawakan tasnya juga?" tanya Sali tak mau kalah.
"Boleh Sali," jawab ibu sambil tersenyum. "Ini, tolong bawakan tas
makanannya. "

(Gambar: ibu menyerahkan satu tas ke Sali.)

Hal 10-11.


Sekarang, ibu tidak lagi repot membawa barang.

Di rumah, ibu langsung membagikan oleh-oleh kepada Sali dan Saliha.

(Gambar: Ibu, Sali dan Saliha berjalan dengan gembira. Masing-masing
membawa tas belanja).

Hal 12-13.


Ya, Sali dan Saliha adalah anak yang gemar membantu ibu.

Hal 14-15


Saliha selalu menolong ibu memasak di dapur.

Berkat bantuan Saliha, ibu dapat memasak dengan cepat.

(Gambar: Saliha dan ibu di dapur)

Hal 16-17


Sali senantiasa membantu ibu membereskan meja makan.

Ibu menjadi senang karena pekerjaannya menjadi ringan.

(Gambar: Sali membantu ibu membereskan meja makan)

Hal 18-19


Sali dan Saliha juga gemar membantu ibu membersihkan rumah.

Rumah pun menjadi bersih dengan cepat.
(Gambar: SAli dan Saliha membersihkan rumah bersama ibu).

Hal 20-21.


Karena sering menolong, Sali dan Saliha meringankan beban ibu.

Ibu jadi makin sayang kepada mereka.

(Gambar: ibu memeluk Sali dan Saliha).

Hal 22-23.

Sinopsis:

* Buku ini menceritakan tentang Sali dan Saliha yang gemar
menolong ibu.
* Karena gemar menolong, maka beban ibu berkurang.




SERI MEMBENTUK KARAKTER
Indahnya Memaafkan

Oleh Isfand Samyono

“Sali, kita main ke rumah Lukman, yuk!” ajak Faisal.

”Aku tidak mau ke rumah Lukman lagi!” seru Sali.

(gambar: Faisal berdiri di depan rumah Sali sambil melambai )
Hal 4-5


“Kenapa kamu tidak mau ke rumahnya?” tanya Faisal.

”Lukman mendorongku sampai jatuh kemarin!” jawab Sali.
Hal 6-7



“Lukman juga pernah mendorongku, tapi aku tidak marah,” kata Faisal.

”Kenapa kamu tidak marah sama Lukman?" tanya Sali.

“Dia tidak sengaja mendorongku dan sudah meminta maaf,” kata Faisal.
Hal 8-9



” O, mungkin Lukman juga tidak sengaja mendorongku.
Terimakasih Faisal, kamu sudah mengingatkanku,” kata Sali lagi.

”Kalau begitu, ayo kita ke rumah Lukman!”ajak Faisal dengan ceria.
Hal 10-11

Ya, Faisal memang senang memaafkan teman-temannya. Apalagi jika kesalahan itu tidak disengaja.
Hal 12-13

Faisal memaafkan Santi yang tidak sengaja menghilangkan pensil kesayangannya.
Hal 14-15

Faisal memaafkan Jufri karena lupa janji datang ke rumahnya.
Hal 16-17

Faisal memaafkan Andi yang terlambat mengembalikan buku kesayangannya.
Hal 18-19

Faisal memaafkan mama karena lupa ulang-tahunya.
Hal 20-21

Karena senang memaafkan orang lain, Faisal mempunyai banyak teman dan semua teman-teman suka padanya.

Hal 22-23

Sinopsis:

Buku ini menceritakan Faisal yang pemaaf.

Karena pemaaf, Faisal disukai dan disenangi temannya.





SERI MEMBENTUK KARAKTER
Asyiknya Rajin Belajar

Oleh: Isfand Samyono


Guru membagikan nilai hasil latihan pelajaran berhitung. Saliha mendapatkan nilai memuaskan karena benar semua. Mirna mendapat nilai cukup karena salah tiga.

(gambar suasana kelas, murid-murid sedang melihat hasil ulangan masing-masing)
Hal 4-5

”Wah, senangnya kalau bisa terus mendapatkan nilai bagus seperti kamu!” kata Mirna.

”Kamu bisa juga kok,” kata Saliha.

(gambar: Saliha melihat hasil latihan Mirna)
Hal 6-7

”Bagaimana caranya?” tanya Mirna.

”Kita harus rajin belajar, apalagi kalau pelajarannya sulit,” Jawab Saliha.
Hal 8-9

“Tapi kalau terus belajar, kapan mainnya?” tanya Mirna.

”Sebelum dan sesudah belajar kita bisa bermain. Kita juga bisa belajar sambil bermain lho, seperti main warung-warungan,” kata Saliha bersemangat.
Hal 10-11

Ya, Saliha memang rajin belajar. Saliha tidak pernah lupa mengulang pelajaran yang sudah diterangkan di sekolah. Apalagi kalau pelajarannya susah.
Hal 12-13

Saliha rajin mengerjakan PR dari sekolah tampa menunda-nunda waktu.
Hal 14-15

Saliha rajin bertanya pada guru ketika tidak tahu.
Hal 16-17

Saliha rajin mengulang pelajaran yang telah diterangkan oleh guru.
Hal 18-19

Saliha selalu bertanya jika ada kesulitan pada ayah dan ibu.
Hal 20-21

Karena rajin belajar, Saliha selalu mendapat nilai yang bagus di kelas.

Hal 22-23

Sinopsis:

Buku ini menceritakan Saliha yang rajin belajar.

Karena rajin belajar, Saliha selalu mendapat nilai yang bagus di kelas.






SERI MEMBENTUK KARAKTER
Menahan Marah

Oleh Isna Keumala

”Hanna, sudah selesai belum memakai pensil Barbie-ku?” tanya Saliha.

”Sudah, tadi aku taruh di sini. Kok sekarang tidak ada ya?” jawab Hanna.

(Gambar: Saliha bertanya kepada Hanna. Suasana di dalam kelas ketika bersiap-siap pulang)
Hal 4-5


”Hanna, aku akan sedih sekali jika kamu menghilangkan pensil kesayanganku lagi!” kata Saliha mulai kesal.

”Bagaimana jika besok saja kita cari, Saliha. Aku mau pulang, sudah lapar nih!”, tawar Hanna.

(Gambar: Hanna sudah bersiap ke luar pintu, sementara Saliha masih menunggu di samping meja)
Hal 6-7



Saliha menarik nafas panjang.

”Hanna, lain kali aku tidak mau meminjamkan barang-barangku, jika kamu tidak mau menemukan pensilku sekarang!” tegas Saliha.
”Iya deh Saliha, maaf, aku akan mencarinya sekarang,” jawab Hanna sambil mencari.

(Gambar: Saliha dan Hanna sedang mencari)
Hal 8-9

”Aku akan meminjamkan barang milikku lagi jika kamu bisa menjaganya dengan baik,” jawab Saliha.

”Syukurnya kamu teman yang baik Saliha, tidak mudah marah,” kata Hanna dengan tersenyum.

(Gambar: Hanna menemukan pensil di lantai).
Hal 10-11


Ya Saliha memang tidak mudah marah. Saliha senang mempunyai banyak teman. Saliha akan mengingatkan temannya yang melakukan kesalahan, tanpa harus marah.
(gambar: Saliha merah padam?)
Hal 12-13


Saliha bisa menahan marah ketika Sali mematahkan pensil Saliha secara tidak sengaja.

(gambar: Sali menunjukkan pensil yang patah kepada Saliha dengan muka kecewa)
Hal 14-15


Saliha bisa menahan marah dan mengingatkan teman yang mengambil kuenya tanpa permisi.

(gambar: seorang anak memegang kue dan tertawa-tawa ke arah Saliha)
Hal 16-17


Saliha bisa menahan marah dan mengingatkan teman yang mendorongnya saat berbaris ke dalam kelas.

(gambar: anak2 berbaris dan dorong mendorong, ada yang marah, ada yang ketawa senang)
Hal 18-19


Saliha menarik nafas dan mengucapkan A’udzubillahi minasy syaitan nir rajiim untuk menenangkan hatinya saat mulai marah.

(gambar: Saliha duduk dan mulutnya terlihat menghembuskan nafas)
Hal 20-21

Karena Saliha bisa menahan marah, maka teman-temannya senang saat diingatkan kesalahannya. Saliha mempunyai banyak teman.

Hal 22-23

Sinopsis:

Buku ini menceritakan Saliha yang bisa menahan marah.

Karena bisa menahan marah, Saliha mudah berteman.





SERI MEMBENTUK KARAKTER

Menepati Janji

Oleh Hani Iskadarwati

“Saliha, yuk main ke rumahku hari ini. Aku punya rumah boneka dan mainan baru, ” kata Alika

“Aku sudah janji pada Maryam untuk belajar bersama,” jawab Saliha.

(gambar suasana sekolah saat sekolah usai, anak-anak berlarian pulang dengan ceria.)

Hal 4-5


Alika sangat kecewa,” Aku tak suka bermain boneka sendiri, Saliha.”

“Aku sangat senang bermain denganmu Alika, tapi aku sudah berjanji pada Maryam,” kata Saliha.

(gambar: bayangan kamar Alika yang mewah aneka mainan dan rumah boneka)

Hal 6-7


“Bagaimana kalau kita bermain sesudah aku selesai belajar bersama?” tanya Saliha.

“Tentu saja boleh, Saliha. Kita ajak saja Maryam untuk bermain bersama,” kata Alika sambil tersenyum.

Hal 8-9


“Kamu baik sekali Alika. Aku akan ajak Maryam insya Allah untuk bermain bersama,” kata Saliha.

“Aku tunggu kamu datang bersama Maryam nanti,” kata Alika dengan ceria.

Hal 10-11


Ya, Saliha memang anak yang selalu menepati janji. Saliha selalu berusaha menjaga janji. Saliha sangat berhati-hati membuat janji.

Hal 12-13

Saliha tak tergoda untuk bermain dengan mainan baru bila sudah berjanji untuk belajar bersama.

Hal 14-15

Saliha selalu datang tepat waktu saat berjanji untuk bertemu.

Hal 16-17

Saliha selalu mengucapkan insya Allah saat membuat janji.

Hal 18-19

Saliha selalu berusaha untuk menepati janjinya.

Hal 20-21

Karena selalu menepati janjinya kepada siapapun, Saliha selalu dipercaya.

Saliha dipercaya oleh teman, guru dan orang tuanya.

Hal 22-23

Sinopsis:

Buku ini menceritakan Saliha yang selalu menepati janji.

Karena selalu menepati janji, semua orang percaya kepadanya.






SERI MEMBENTUK KARAKTER
Menyampaikan Titipan
Oleh: Meidya Derni

"Saliha, aku minta tolong sama kamu ya," kata Hellen.
"Aku senang kalau bisa menolongmu," kata Saliha.
(gambar suasana di sekolah)
Hal 4-5


"Bu Jamilah kemarin sore ke rumahku. Tapi Bu Jamilah lupa membawa payungnya pulang," kata Hellen.
"Insya Allah aku bisa bisa antarkan. Aku pulang melewati rumah Bu Jamilah,” kata Saliha.
(gambar Helen menunjukkan payung)
Hal 6-7


"Terima kasih, kamu baik sekali. Sampaikan salam untuk Bu Jamilah ya," kata Hellen.
"Insya Allah aku sampaikan juga," kata Saliha.
Hal 8-9


Saliha mengantarkan payung itu kepada Bu Jamilah.
Saliha juga menyampaikan salam dari Hellen.
Bu Jamilah kemudian memberi hadiah sekotak kue untuk Saliha.
Hal 10-11


Ya, Saliha memang selalu menyampaikan titipan. Baik dari teman-teman atau siapa pun.
Hal 12-13


Saliha menyampaikan titipan surat dari Bu Guru untuk ayah dan ibu.
Hal 14-15


Saliha menyampaikan titipan makanan dari ibu untuk Tante Mia.
Hal 16-17


Saliha menyampaikan titipan buku dari kakek untuk Sali.
Hal 18-19


Saliha menyampaikan titipan uang dari ayah untuk nenek.
Hal 20-21


Karena dapat menyampaikan titipan, Saliha pun dipercaya. Semua orang sayang padanya.
Hal 22-23


Sinopsis:

* Buku ini menceritakan Saliha yang selalu dapat menyampaikan titipan.
* Karena dapat menyampaikan titipan, Saliha dipercaya banyak orang.





Bekerja Sama itu Menyenangkan

Oleh: Wylvera W

Sebentar lagi ibu akan pulang dari pasar. Saliha mengajak Sali merapikan kamar.

”Yuk. Kita rapikan buku-bukunya saja dulu, baru kemudian mainan,” ajak Saliha.

(gambar: kamar yang berantakan oleh bermacam mainan dan buku)

Hal 4-5


”Kenapa kita tidak menyuruh Bi Inah saja kak?” tanya Sali

”Kalau kita bekerjasama, InsyaAllah kamar ini bisa rapi dengan cepat,” kata Saliha.

(gambar: di lantai, buku-buku sudah tersusun hanya tinggal mobil-mobilan yang berserakan)

Hal 6-7


”Baiklah, aku yang meletakkan buku ke dalam rak, kak Saliha yang menyusun mainanku ke atas rak buku,” kata Sali.

Saliha mengangguk sambil tersenyum.

(gambar: Saliha merapikan mainan, Sali menyusun buku-buku ke dalam rak)

Hal 8-9


Betapa senangnya mereka. Karena sebelum Ibu datang, kamar mereka kembali terlihat rapi.

(gambar: kamar yang kembali rapi dengan mainan dan buku tertata di tempatnya)

Hal 10-11


Saliha selalu senang mengajak adiknya untuk melakukan pekerjaan bersama-sama.

Hal 12-13

Saliha dan Sali selalu bekerjasama merapikan kamar tidur setiap pagi.

Sali yang merapikan tempat tidur. Saliha yang menyapu lantai.

Hal 14-15

Saliha dan Sali selalu bekerjasama membersihkan halaman. Saliha menyapu daun yang berguguran. Sali yang membuangnya ke tempat sampah.

Hal 16-17

Saliha dan Sali selalu bekerjasama membantu Ibu membersihkan kamar mandi. Sali yang menyikat lantai kamar mandi. Saliha yang membersihkan baknya.

Hal 18-19

Saliha dan Sali selalu bekerjasama membantu ayah saat berkebun.

Sali yang mengumpulkan bibit tanaman. Saliha yang membantu ayah menanam.

Hal 20-21

Karena setiap tugas di rumah dilakukan dengan kerjasama, maka Saliha dan Sali tak pernah merasa kesulitan.

Hal 22-23

Sinopsis :

* Buku ini menceritakan kerjasama yang baik.
* Karena selalu bekerjasama, semua pekerjaan jadi lebih ringan dan menyenangkan.

2 komentar:

paipai mengatakan...

asyik dapat ilmu lagi hehehe...
tapi mas di beberapa naskah ada yang tidak disertai keterangan gambar, apa itu karena memang isinya tulisan aja atau emang lupa ngetik? :p

Eddelweiss - Naqiyyah Syam mengatakan...

Makasih ya,ilmunya sangat berguna buat aku yang baru mau mulai belajar nulis picture book:)